Perbandingan Kualitas Spermatozoa Babi Landrace dalam Pengencer Dasar Natrium Chloride Fisiologis dengan Level Kuning Telur yang Berbeda

Babi landrace Kuning telur NaCl fisiologis spermatozoa

Authors

  • Sefania Ina Mato
    efaniainamato@gmail.com
    Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • W. Marlene Nalley Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Thomas Mata Hine Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Aloysius Marawali Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
May 29, 2024

Downloads

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui level optimal kuning telur (KT) dalam pengencer natrium chloride fisiologis (NaClF) untuk preservasi spermatozoa babi landrace. Materi penelitian adalah semen yang berkualitas baik (motilitas spermatozoa ?70%, abnormalitas spermatozoa <20%) yang ditampung dari dua ekor babi jantan landrace, yang berumur ± dua tahun. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam perlakuan, yakni: P0: NaClF, P1: NaClF+5% KT, P2: NaClF+10% KT, P3: NaClF+15% KT, P4: NaClF+20% KT, P5: NaClF25% KT. Setiap perlakuan mendapat ulangan lima kali. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hingga jam ke-24 preservasi, penambahan KT 5-25% ke dalam pengencer NaClF menghasilkan motilitas dan daya tahan hidup spermatozoa yang lebih tinggi daripada kontrol (P<0,05), namun untuk variabel viabilitas dan abnormalitas spermatozoa menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05). Disimpulkan bahwa level optimal KT dalam pengencer NaClF untuk preservasi spermatozoa babi landrace adalah 20%